Senin, 17 Desember 2012

BAB VI MANAJEMEN PRODUKSI


BAB VI
MANAJEMEN PRODUKSI

I.          Perkembangan Manajemen Produksi
Manajemen produksi berkembang pesat karena adanya factor :
a.      Adanya pembagian kerja (division of labour) dan spesialisasi.
Agar produksi efektif dan efisien, produsen hendaknya menggunakan metode ilmiah dan azas-azas manajemen. Pembagian kerja memungkinkan dicapainya tingkat dan kualitas produksi yang lebih baik bila disertai dengan pengolahan yang baik.dan akan mengurangi biaya produksi sehingga dapat tercapainya tingkat produksi yang lebih tinggi.
b.     Revolusi Industri.
Revolusi Industri merupakan suatu peristiwa penggantian tenaga manusia dengan tenaga mesin. Revolusi itu merupakan perubahan dan pembaharuan radikal dan cepat dibidang perdagangan, industri, dan tekhnik di Eropa.
Dampaknya pengusaha besar dapat meningkatkan perdagangannya,sedangkan pengusaha kecil dengan peralatan kerja yang masih kuno,menjadi terdesak.
Perkembangan revolusi industri terlihat pada :
1. Bertambahnya penggunaan mesin
2. efisiensi produksi batu bara, besi, dan baja,
3. Pembangunan jalan kereta api,alat transportasi, dan komunikasi.
4. meluasnya system perbankan dan perkreditan.
Industialisasi ini meningkatkan pengolahan hasil produksi, sehingga membutuhkan kegiatan pemasaran.
Perkembangan alat dan tekhnologi
Yang mencakup penggunaan computer. Sehingga pada banyak hal manajer produsi mengintegrasikan tekhnologi canggih kedalam bisnisnya.
Perkembangan ilmu dan metode kerja yang mencakup metode ilmiah, hubungan antar manusia, dan model keputusan.
Penggunaan metode ilmiah dalam mengkaji pekerjaan memungkinkan ditemukannya metode kerja terbaik dengan pendekatan sebagai berikut :
1. Pengamatan (observasi) atas metode kerja yang berlaku
2. Pengamatan terhadap metode kerja melalui pengukuran dan analisis ilmiah
3. pelatihan pekerja dengan metode baru
4. pemanfaatan umpan balik dalam pengelolaa atas proses kerja.
II.       Pengertian Manajemen Produksi
Manajemen Produksi yaitu kegiatan atau usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan dengan menggunakan /koordinasi kegiatan orang lain.
-          Organisasi yaitu alat untuk mencapai tujuan dalam manajemen.
-          Manajemen Produksi yaitu kegiatan untuk mengatur dan mengkoordinasikan penggunaan sumber-sumber daya.
Dalam peningkatan produktivitas dijumpai2 permasalahan penting, yaitu:
1. Produktifitas akan meningkat apabila terdapat perbaikan kondisi kerja
2. Beberapa peningkatan produktivits tidak dapat membantu organisasi secara keseluruhan.
III.         Pengertian produksi
Produksi adalah:
-          suatu kegiatan atau proses yang mengubah masukan (input) menjadi keluaran (output).
-          kegiatan yang menghasilkan barang, baik barang jadi, setengah jadi, barang industri, suku cadang   maupun komponen-komponen penunjang.
-          kegiatan yang berhubungan dengan usaha penciptaan dan penambahan kegunaan suatu barang atau jasa.
Utilitas / Kegunaan (Utility) adalah kemampuan suatu produk untuk memuaskan keinginan manusia (konsumen).
Terdapat empat jenis utilitas berbasis produksi:
1)      Utilitas waktu : perusahaan membuat produk tersedia sewaktu konsumen menginginkannnya. Misalnya hiasan pohon natal di waktu natal
2)      Utilitas tempat: Produk-produk tersedia di tempat yang sesuai bagi konsumen
3)      Utilitas kepemilikan : Dengan membuat suatu produk tersedia bagi konsumen untuk dimiliki dan digunakan.
4)      Utilitas bentuk : Dengan mengubah bahan mentah menjadi barang jadi, produksi menyebabkan produk-produk menjadi tersedia.
Produksi diartikan sebagai suatu kegiatan yang mentransformasikan masukan(input) menjadi keluaran(output).
IV.       Proses Produksi
Proses Produksi dapat ditinjau dari 2 segi yaitu:
1.      Kelangsungan hidup
a.   Produksi terus-menerus : Dilakukan sebagai proses untuk mengubah bentuk barang-barang.walaupun terjadi perubahan bentuk barang-barangtetapi tidak mengubah susunan dan fungsi alat-alatmesin.proses ini menghasilkan produk yang standar(massal)
b.   Produksi yang terputus-putusProses produksi ini dilakukan berdasarkan pesanan sehingga harus mengatur kembali alat-alat dan penyesuaian terus-menerus.
2.      Teknik
a.  Proses Ekkstraktif
b.  Proses analitis
c.  Proses Pengubahan
d.  Proses Sintetis
V.       Pengambilan Keputusan Dalam Manajemen Produksi
Dilihat dari kondisi keputusan yang harus diambil, dibedakan menjadi
1. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang pasti
2. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang mengandung resiko
3. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang tidak pasti
4. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang timbul karena pertentangan dengan keadaan lain.
Bidang Produksi Mempunyai 5 Tanggung Jawab keputusan Utama, yaitu :
1. Proses
2. Kapasitas
3. Persediaan
4. Tenaga Kerja
5. Mutu/Kualitas
6. Ruang Lingkup Manajemen Produksi
VI.       Ruang lingkup manajemen produksi
1. Perencanaan system produksi
2. Perencanaan operasi dan system pengendalian produksi
Manajemen produksi mencakup perancangan atau penyiapan sistem produksi serta  pengoprasiannya.
Penambahan dan perancangan sistem produksi meliputi :
1. Seleksi dan desain hasil produksi
2. seleksi dan perancangan proses serta peralatan
3. Pemilihan lokasi perusahaan serta unit produksi
4. rancangan tata letak dan arus kerja
5. Rancangan tugas
6. Strategi produksi dan operasi serta pemilihan kapasitas

VII.          Fungsi Serta Sistem Produksi Dan Operasi
Berikut ini ada 4 fungsi terpenting dalam poduksi dan operasi
1. Proses Pengolahan
2. jasa-jasa penunjang
3. Perencanaan
4. pengendalian /pengawasan
VIII.        Pemilihan Lokasi Pabrik
Penentuan atau pemilihan lokasi pabrik adalah penting, karena mempengaruhi kedudukan perusahaan dalam persaingan, dan kelangsungan hidupnya. Penentuan lokasi pabrik juga harus mempertimbangkan kemungkinan ekspansi.
Tujuan Perencanaan Lokasi Pabrik
Tujuannya adalah agar perusahaan dapat beroperasi dengan lancar, efektif dan efisien. Penentuan lokasi memperhatikan faktor biaya produksi & biaya distribusi barang yang dihasilkan & faktor lokasi sangat penting untuk menurunkan biaya operasi.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Lokasi Pabrik :
Faktor utama :
>Lingkungan masyarakat
> Kedekatan dengan pasar
> Tenaga kerja
> Kedekatan dengan bahan mentah dari pemasok
> Fasilitas dan biaya transportasi
> Sumberdaya alam lainnya
Faktor sekunder
> Harga tanah
> Dominasi masyarakat
> Peraturan tenaga kerja
> Rencana tata ruang
> Kedekatan dengan lokasi pabrik pesaing
> Tingkat pajak
> Cuaca/iklim
> Keamanan
> Peraturan lingkungan hidup
Tahap Pemlihan Lokasi Pabrik :
▪ Melihat kemungkinan beberapa alternatif daerah yang akan dipilih.
▪ Melihat pengalaman orang lain dan pengalaman sendiri untuk menentukan lokasi   pabrik.
▪ Mempertimbangkan dan menilai alternatif pilihan yang menguntungkan.
 Kesimpulan :
  • Manajemen produksi merupakan kegiatan untuk mengatur dan mengkoordinasikan penggunaan sumber daya seperti sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya alat dan sumber daya dana serta bahan secara efektif dan efisien, untuk menciptakan dan menambah kegunaan suatu barang atau jasa.
  • Ruang lingkup manajemen produksi meliputi : Pengambilan keputusan atas peristiwa yang pasti, Pengambilan keputusan atas peristiwa yang mengandung resiko, Pengambilan keputusan atas peristiwa yang tidak pasti, Pengambilan keputusan atas peristiwa yang timbul karena, dan pertentangan dengan keadaan lain.
  • Produksi adalah kegiatan perusahaan yang berhubungan dengan barang dan jasa, yaitu kegiatan menghasilkan barang dan jasa untuk dijual kembali.
  • Perkembangan Manajemen Produksi didorong oleh faktor-faktor : Perkembangan Alat dan Teknologi, Revolusi Industri, Perkembangan Ilmu dan Metode kerja, yang mencakup metode ilmiah, dan konsep-konsep yang spesifik seperti model pengambilan keputusan, ergonomi, Quality management, dll.
Daftar Pustaka

BAB V PEMASARAN


BAB V
PEMASARAN

1.      DEFINISI PEMASARAN
Pemasaran adalah suatu proses dan manajeral yang membuat individu atau kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan menawarkan dan mempertukarkan produk yang bernilai kepada pihak lain atau segala kegiatan yang menyangkut penyampaian produk atau jasa mulai dari produsen sampai konsumen.
Pemasaran menurut William J. Stanton adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.
Definisi lainnya, Pemasaran  adalah suatu proses sosial dan manajerial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.
2.      MANAJEMEN PEMASARAN
Secara umum manajemen mempunyai tiga tugas pokok, yaitu :
  1. Mempersiapkan rencana/strategi umum bagi perusahaan
  2. Melaksanakan rencana tersebut
  3. Mengadakan evaluasi, menganalisa dan mengawasi rencana tersebut dalam pelaksanaannya. (untuk mengukur hasil dan penyimpangannya serta untuk mengendalikan aktivitas).
Sehingga yang dimaksud dengan manajemen pemasaran, menurut Philip Kotler adalah :Penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program-program yang ditujukan untuk mengadakan pertukaran dengan pasar yang dituju untuk mencapai tujuan organisasi.
Untuk membuat suatu rencana, fungsi penganalisaan sangat penting agar rencana yang dibuat dapat lebih matang dan tepat. Penerapan merupakan kegiatan untuk menjalankan rencana. Fungsi pengawasan adalah untuk mengendalikan segala macam aktivitas agar tidak terjadi penyimpangan.
3.      KONSEP PEMASARAN
Falsafah konsep pemasaran bertujuan memberikan kepuasan terhadap keinginan dan kebutuhan pembeli/konsumen. Seluruh kegiatan dalam perusahaan yang menganut konsep pemasaran harus diarahkan untuk memenuhi tujuan tersebut. Meskipun orientasi pembeli ini dibatasi oleh tujuan laba dan pertumbuhan, tetapi konsep itu perlu dilaksanakan. Karena dapat meningkatkan penjualan dengan :
-          Membuat barang yang mudah penggunaannya
-          Mudah pembeliaannya
-          Mudah pemeliharaannya
Penggunaan konsep pemasaran bagi sebuah perusahaan dapat menunjang berhasilnya bisnis yang dilakukan. Konsep pemasaran disusun dengan memasukkan tiga elemen pokok, yaitu :
-          Orientasi konsumen / pasar / pembeli
-          Volume penjualan yang menguntungkan
-          Koordinasi dan integrasi seluruh kegiatan pemasaran dalam perusahaan.
4.      PENDEKATAN DALAM PEMASARAN
A.    Pendekatan serba fungsi
Pendekatan serba fungsi mempelajari pemasaran dilihat dari apa saja kegiatan pokok pemasaran yang dilakukan. Adapun kegiatan pokok pemasaran adalah :
-          Pembelian
-          Pengangkutan
-          Penjualan
-          Penyimpanan
-          Pembelanjaan
-          Penanggungan resiko
-          Standardisasi dan grading
-          Pengumpulan informasi pasar
B.     Pendekatan serba lembaga
Pendekatan serba lembaga mempelajari fungsi pemasaran dilihat dari segi organisai/lembaga yang terlibat dalam kegiatan pemasaran :
-          Produsen sebagai penghasil barang jadi
-          Supplier sebagai penyedia bahan baku
-          Perantara pedagang
-          Perusahaan saingan
-          Konsumen
C.    Pendekatan serba barang
Pendekatan serba barang adalah suatu pendekatan pada pemasaran yang melibatkan studi tentang bagaimana barang tersebut berpindah tangan.
Barang dapat digolongkan menjadi dua macam :
  1. Tingkat pemakaiannya
  2. Tujuan pemakaian
D.    Pendekatan serba manajemen
Pendekatan serba manajemen mempelajari pemasaran dilihat dari pendapat manajer serta keputusan yang diambil. Pendekatan ini menekankan masalah-masalah pemasaran yang dihadapi oleh produsen sebagai kekurangan dari aspek lain tentang sistem pemasaran.
E.     Pendekatan serba sistem
Pendekatan ini menyangkut elemen-elemen yang luas dalam sistem pemasaran termasuk pendekatan serba fungsi, manajemen, produk, lembaga.

5.      STRATEGI dan PERANAN PEMASARAN
Strategi pemasaran adalah pengambilan keputusan-keputusan tentang biaya pemasaran,bauran pemasaran, alokasi pemasaran dalam hubungan dengan keadaan lingkungan yang diharapkan dan kondisi persaingan.
Beberapa istilah yang penting dalam konteks pemasaran adalah :
1.      Produk (barang, jasa, ide) :
Segala hasil kerja manusia yang dapat ditawarkan kepada manusia lainnya baik berupa barang, jasa atau ide.
2.      Nilai :
Perkiraan konsumen atas suatu produk untuk kepuasan mereka, apa yang dirasakan / diinginkan
3.      Biaya :
Harga yang harus dibayar konsumen atas produk yang dikonsumsi
4.      Kepuasan :
Seberapa puas konsumen atas produk yang mereka konsumsi (kesesuaian antara harapan dan kenyataan,
5.      Pasar :
Tempat yang berisi semua pelanggan potensial yang berniat untuk transaksi terhadap suatu produk.

6.      DISTRIBUSI PEMASARAN
David A. Revzan mengatakan bahwa Saluran merupakan suatu jalur yang dilalui oleh arus barang-barang dari produsen ke perantara dan.akhirnya sarnpai pada pemakai.
Definisi yang dipakai adalah definisi yang bersifat paling luas, dikemukakan oleh C. Glenn Walters, bahwa Saluran adalah sekelompok pedagang dan agen perusahaan yang mengkombinasikan antara pemindahan phisik dan nama dari suatu produk untuk menciptakan kegunaan bagi pasar tertentu.
Dari definisi tersebut dapat diketahui adanya beberapa unsur penting, yaitu :
  • Saluran merupakan sekelompok lembaga yang ada diantara berbagai lembaga yang mengadakan kerja sama untuk mencapai suatu tujuan.
  • Karena anggota-anggota kelompok terdiri atas beberapa pedagang dan beberapa agen, maka ada sebagian yang ikut memperoleh nama dan sebagian yang lain tidak.
  • Tujuan dari saluran pemasaran adalah untuk mencapai pasar-pasar tertentu. Jadi pasar merupakan tujuan akhir dari kegiatan saluran
  • Saluran melaksanakan dua kegiatan penting untuk mencapai tujuan, yaitu mengadakan penggolongan produk dan mendistribusikannya. Penggolongan produk menunjukkan jumlah dari berbagai keperluan produk yang dapat memberikan kepuasan kepada pasar.
Tujuan sistem pemasaran :
Secara umum, tujuan sistem pemasaran adalah sebagai berikut : 
  • Memaksimumkan konsumsi
  • Memaksimumkan utilitas (kepuasan) konsumsi
  • Memaksimumkan pilihan
  • Memaksimumkan mutu hidup
Kualitas, kuantitas, ketersediaan, harga, lingkungan
Efisiensi Pemasaran :
Yang dimaksud dengan efisiensi pemasaran adalah seberapa besar pengorbanan yang harus dikeluarkan dalam kegiatan pemasaran menunjang hasil yang bisa didapatkan dari kegiatan pemasaran tersebut.  Efisiensi pemasaran dapat dicari dengan menghitung  rasio “keluaran-masukan” dalam kegiatan pemasaran yang dilakukan. Semakin tinggi nilai rasio keluaran-masukan, maka pemasaran yang dilakukan semakin efisien. Umumnya efisiensi dapat dicapai dengan salah satu di antara empat cara berikut :
  •       Keluaran tetap konstan, masukan mengecil
  •       Keluaran meningkat, masukan konstan
  •       Keluaran meningkat dalam kadar yang lebih tinggi dari peningkatan masukan
  •      Keluaran menurun dalam kadar yang lebih rendah dari penurunan masukan
Kesimpulan :
  • Pemasaran merupakan suatu kegiatan penyaluran barang atau jasa dari tangan produsen ke tangan konsumen.
  • Fungsi pemasaran adalah untuk memberikan informasi tentang produk yang dijual perusahaa, untuk mempengaruhi keputusan membeli konsumen, dan untuk menciptakan nilai ekonomis suatu barang.
  • Pasar adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli.
  • Pendekatan dalam pemasaran terdiri dari : fungsi, lembaga, barang, manajemen dan sistem.
  • Istilah dalam pemasaran adalah produk, nilai, biaya, kepuasan dan pasar.
Daftar Pustaka
Widyatmini. 2012. Pengantar Bisnis. Jakarta: Penerbit Gunadarma

BAB IV PEMBELANJAAN


BAB IV
PEMBELANJAAN
1.      PENGERTIAN PEMBELANJAAN DAN FUNGSI MANAJER
Pembelanjaan adalah suatu usaha menyangkut bagaimana perusahaan harus mengorganisir untuk mendapatkan dana, bagaimana mendapatkan dana, bagaimana menggunakan dana, dan bagaimana laba perusahaan akan didistribusikan.
Keseimbangan kuantitatif adalah keseimbangan nilai rupiah antara kekayaan dengan hutang dan modal yang memerlukan persyaratan-persyaratan tertentu. Sedangkan keseimbangan kualitatif merupakan keseimbangan antara elemen-elemen kekayaan dengan elemen-elemen hutang dan modal perusahaan.
2.      PENGGUNAAN DANA
Aktiva dapat diartikan sebagai elemen kekayaan dan jangka pendek menunjukkan bahwa elemen-elemen tersebut diharapkan dapat ditukarkan menjadi uang tunai / kas dalam jangka waktu tidak lebih kurang lebih satu tahun.
1.      Penggunaan Dana Jangka Pendek
a. Kas
Sejumlah dana yang ada dalam perusahaan diwujudkan dalam bentuk kas, terutama untuk membayar gaji dan rekening-rekening lainnya. Dari sejumlah kas yang dipegang oleh manajer, tidak seluruhnya berwujud uang tunai, tetapi berwujud cek yang setiap saat dapat diuangkan di bank. Jika perusahaan dapat membayar kewajiban setiap saat atau pada saat yang ditentukan, berarti perusahaan dalam keadaan likuid.
b.  Aliran Kas
Pada mulanya ka situ ditimbulkan oleh adanya penjualan. Tetapi meskipun sebagian dari penjualan itu berupa tunai, kebanyakan adalah berupa kredit sehingga menciptakan adanya piutang.
c. Anggaran Kas
Tanggung jawab manajer dalam pengelolaan aliran kas perusahaan meliputi : membuat kepastian bahwa kas selalu tersedia bilamana diperlukan memanfaatkan kas untuk memaksimumkan pendapatan bunga.
d. Surat-surat Berharga
Manajer keuangan yang sedang memelihara keseimbangan antara likuiditas dan profitabilitas (kemampuan untuk mendapatkan laba) memepunyai alternative untuk cenderung memegang jumlah kas yang lebih besar. Sertifikat deposito merupakan tanda bukti kewajiban membayar yang dikeluarkan oleh bank komersial. Jumlah uang dan jangka jatuh temponya dapat berbeda-beda.
e. Piutang
Untuk mempertahankan pembeli-pembeli yang ada dan untuk menarik pembeli baru, banyak perusahaan yang memberikan atau mengenakan pembayaran secara kredit kepada mereka.
f. Persediaan
Investasi dapat dilakukan secara terus-menerus dalam bentuk persediaan bahan, persediaan barang dalam proses atau barang setengah jadi, dan persediaan barang jadi.
2.      Penggunaan Dana Jangka Panjang
Untuk perusahaan manufaktur, sebagian besar investasinya pada umumnya diwujudkan dalam bentuk aktiva tetap jangka panjang. Ini diperlukan untuk memulai bahan menjadai produk jadi. Aktiva tetap tersebut dapat berupa :
  1. Tanah yang dimiliki oleh perusahaan merupakan aktiva tetap dengan jangka waktu yang tidak terbatas.
  2. Bangunan yang dimilki oleh perusahaan harus ditentukan umurnya.
  3. Peralatan yang dimilki oleh perusahaan berupa mesin, alat angkut dalam pebrik, dan peralatan lain yang dipakai dalam produksi.

Rentabilitas adalah kemampuan perusahaan dalam memperoleh pendapatan dari sejumlah modal yang dipergunakan.
Rumus :  Rentabilitas (RE) = Laba/pendapatan bersih X 100%
                                                                                   Modal Kerja

Rumus Perputaran Piutang :
  1. Piutang rata-rata = Piutang awal + Piutang akhir
                                                                                              2
      2. Perputaran piutang = Jumlah penjualan kredit
                                                                            Piutang rata-rata
 3.      Nilai Uang Sekarang ( Present Value )
Nilai uang sekarang adalah nilai uang pada awal periode penilaian dari sejumlah uang pada akhir periode dengan tingkat bunga tertentu.
Rumus : P =          V             atau       P = V (        1       )
( 1 + i )ᶯ                                        1 + iᶯ
Keterangan > P : Nilai uang pada awal periode
V : Nilai uang pada akhir perode
n : Tahun yang bersangkutan
Nilai Majemuk ( Compound Value)
Nilai majemuk adalah nilai hasil pengumpulan uang awal periode penilaian di masa yang akan datang dengan jumlah bunga yang diterima selama periode tersebut.
Rumus : V = P + I
V = P + ( P x i )
V = p ( 1 + i )
Keterangan > P : Uang pada awal periode
V : Nilai pada akhir periode
i : Tingkat bunga
n : Tahun yang bersangkutan
4.      Penilaian Aktiva Tetap Beserta Analisisnya
Penilaian yang dilakukan perusahaan dapat memakai cara sebagai berikut :
  1. Metode Net Present Value
  2. Metode Internal Rate of Return
  3. Metode Prifitability Indeks
  4. Metode Pay back Period
  5. Metode Average of Return
Kesimpulan :
  • Pembelanjaan merupakan acuan perusahaan dalam menjalankan kelangsungan hidup perusahaan. Untuk memnuhi kebutuhan perusahaan untuk mencapai tingkatan kesejahteraan perusahaan itu sendiri.
  • Tujuan pembelanjaan adalah mendapatakan atau menaikkan tambahan dana perusahaan, menggunakan dana secara efisien, dan mendistribusikan laba perusahaan kepada yang berhak.
  • Penggunaan dana dapat digolongkan menjadi 2 yaitu : jangka pendek dan jangka panjang.
  • Penggunaan jangka pendek terdiri dari : kas, aliran kas, anggaran kas, surat-surat berharga, piutang, persediaan.
  • Penggunaan jangka panjang terdiri dari : tanah, bangunan, peralatan.
Daftar Pustaka
Widyatmini. 2012. Pengantar Bisnis. Jakarta: Penerbit Gunadarma
Alam S. 2006. BUKU EKONOMI SMA & MA Kelas XII. Jakarta: Penerbit Esis